Selasa, 22 Maret 2011

Junrey Balawing, Remaja 17 Tahun Dengan Tubuh Semungil Bayi

www.AstroDigi.com

Bagi sebagian orang yang belum mengenalnya, pasti menganggap remaja ini adalah balita berumur satu tahun. Namun tak disangka, Junrey Balawing adalah remaja berumur 17 tahun yang terperangkap dalam tubuh bak balita.

www.AstroDigi.com

Bagi remaja seusianya, masa-masa remaja adalah momen saat mereka dapat bersosialisasi tanpa rasa minder, dan menghabiskan waktu beraktivitas. Namun berbeda dari anak-anak sebayanya, tubuh remaja yang hanya memiliki tinggi 56 cm ini tidak mengalami masa pertumbuhan sejak ulang tahun pertamanya. Kondisi ini memaksanya menjalani hidup dalam tubuh kecil sehingga dia susah berjalan, dan bahkan tidak dapat berdiri dalam waktu lama.

www.AstroDigi.com

Remaja ini tinggal bersama kedua orangtuannya dan tiga adiknya yang memiliki tubuh lebih tinggi darinya di pedalaman Filipina provinsi Zamboanga del Norte. Dia harus tinggal di rumah bersama sang bunda selagi adik-adiknya, Jaycel (13), Jay (11), dan Jeanritch (6) pergi ke sekolah.

www.AstroDigi.com

"Dia membutuhkan perawatan saya setiap menit, setiap hari. Junrey hanya bisa berjalan jika dibantu. Dia pun tidak dapat berdiri lama karena akan mengakibatkannya kesakitan," ujar Concepcion, ibu Junrey yang berusia 35 tahun, seperti dikutip laman The Sun.

www.AstroDigi.com

Ayah Junrey, Blacksmith dad Reynaldo (37), harus bekerja jauh dari rumah sepanjang minggu. Namun ketika dia sampai di rumah, Junrey menikmati duduk di atas pangkuannya dan berkeliling desa bersamanya.

www.AstroDigi.com

Concepcion menyadari pertumbuhan anaknya berhenti menjelang ulang tahun keduanya. "Dia selalu sakit. Kami menyadari Junrey tidak tumbuh, sehingga kami membawanya ke dokter. Namun mereka tidak mengerti apa yang menimpa anak kami," ujarnya.

www.AstroDigi.com

Ketika Junrey berumur 12 tahun, dokter yang sama menyarankan untuk memberinya vitamin, tapi mereka tidak dapat mengusahakannya karena faktor ekonomi. Walaupun berukuran mini, Junrey memiliki nafsu makan yang sehat.

www.AstroDigi.com

Namun, belenggu itu pun akan segera tergantikan rasa bangga. Pada usianya yang akan menginjak 18 tahun pada 12 Juni mendatang, dia akan memecahkan Rekor dunia sebagai pria terkecil dengan mengalahkan rekor sebelumnya. "Jika saya adalah pria terkecil di dunia, saya sangat senang," ujarnya.

Sebelumnya, penghargaan ini dinobatkan kepada Khagendra Thapa Magar dari India yang memiliki tinggi 67 cm. "Kami harus melakukan cek ulang ketika Junrey berumur 18 tahun, sehingga dia dapat menerima julukan tersebut secara resmi," ujar juru bicara A Guinness World Records.

www.AstroDigi.com

Tidak hanya Junrey yang memiliki tubuh super mini. Hatice Kocaman, 21, dari Turki dinobatkan sebagai wanita terkecil sedunia karena memiliki tinggi hanya 71 cm. Selain itu, Stacey Herald yang memiliki tinggi badan 71 cm dinobatkan sebagai ibu terkecil sedunia dengan tiga orang anak.
Continue Reading

Air Masuk Ketelinga Ternyata Berbahaya

Masuknya air ke dalam telinga sering terjadi saat orang sedang berenang. Kebanyakan orang akan menganggapnya sepele, padahal bila dibiarkan hal ini bisa menyebabkan risiko infeksi.

Air yang masuk ke telinga dan tidak dibersihkan bisa menyebabkan masalah. Jika saluran telinga basah, maka perlindungan pada saluran telinga akan hilang dan berisiko mengalami infeksi.

http://images.detik.com/content/2011/03/19/763/renang-ts-dlm.jpg

Telinga mengandung zat lilin yang berfungsi untuk menjaga kelembaban agar bakteri baik dapat berkembangbiak pada lapisan kulit di telinga. Selain itu, lapisan lilin ini juga berfungsi sebagai pelindung terhadap serangga atau benda asing yang masuk, seperti dilansir Livestrong, Sabtu (19/3/2011).

Air dan lapisan lilin ini tidak bisa bercampur. Ketika orang berenang, maka air akan masuk dan mencuci lapisan ini. Bila orang berenang untuk jangka waktu lama, maka air benar-benar bisa membersihkan lapisan ini dan membuat telinga tanpa pelindung.

Tanpa lapisan lilin ini, air dapat tetap berada di dalam saluran telinga dan membuat kulit menjadi lembab. Karena saluran telinga adalah ruang yang tertutup, air tidak menguap secara normal dan tetap berada pada saluran telinga yang lembab.

Bila air dibiarkan berlama-lama di dalam saluran telinga, hal ini akan menciptakan lingkungan yang sempurna bagi berbagai infeksi organisme, karena infeksi organisme seperti jamur dan bakteri sangat suka tempat hangat, gelap dan tempat-tempat yang basah.

Hal ini biasanya menyakitkan, terutama ketika Anda tarik bagian luar telinga. Ini juga bisa menyebabkan cairan kuning telinga menjadi busuk.

Lalu bagaimana mengeluarkan air dari telinga saat berenang?

http://4.bp.blogspot.com/_V9wazoCYHhU/TQddRz4HOTI/AAAAAAAAAgM/K0T4HusHQ_g/s320/images.jpeg

1. Gerakkan kepala
Gerakkan kepala dari satu sisi ke sisi lain dalam gerakan goyang ke arah bahu, kembalikan telinga ke posisi normal dan gerakkan kembali pada arah yang berlawanan. Masukkan jari ke telinga untuk membuat tekanan yang cukup untuk mengeluarkan air.


2. Keringkan dengan pengering rambut
Memiringkan kepala dan mengeringkannya dengan handuk kering juga bisa membantu air keluar. Hembusan pengering rambut yang disetel dengan panas yang rendah ke dalam telinga juga bisa membantu mengeringkan telinga. Tes pengering rambut pada kulit terlebih dahulu untuk memastikan panasnya tidak berlebihan.


3. Campuran larutan alkohol dan cuka
Menurut American Academy of Family Physicians, campuran larutan alkohol dan cuka putih juga membantu mengeringkan air yang tersiksa di saluran telinga.

Masukkan 3-5 tetes campuran larutan ini ke dalam telinga dengan kepala dimiringkan dan biarkan selama beberapa saat. Anda akan mendengarkan suara hampa di telinga yang berarti telinga mulai kering.
Continue Reading

Agar Takwa Terasa Mudah dan Ringan

ALLAH SWT. menciptakan manusia dengan kecenderungan mencari kepuasan dan menghindari kesulitan, padahal Allah Swt. menghendaki para hambaNya untuk melakukan ibadah, yang berat,

dan meninggalkan maksiat, yang sulit ditinggalkan. Dia menyelimuti surgaNya dengan kesulitan dan menyelubungi nerakaNya dengan kenikmatan syahwat.



Mengetahui tabiat ini, Allah Swt. menjanjikan pahala dan keagungan bagi orang yang patuh kepadaNya dan berpaling dari syahwat, supaya hamba tertarik untuk beribadah dan mendekatkan diri kepadaNya. Disamping itu, Dia memberi ancaman siksa dan kehinaan atas orang yang mendurhakaiNya dan memperturutkan hawa nafsu, supaya hamba tidak membangkang dan tidak berbuat buruk.

Cara mudah dalam meningkatkan takwa adalah dengan berharap-harap cemas. Ketika melihat kemuliaan yang Allah janjikan kepada hambaNya yang taat, manusia senang dan tergerak untuk mengabaikan kesulitan dalam beribadah dan meninggalkan larangan. Saat mengetahui ancaman Allah untuk hambaNya yang bermaksiat, manusia takut dan tergerak untuk mematuhiNya.

Berharap-harap cemas merupakan sarana efektif menuju pelaksanaan amal wajib dan amal sunah serta penghindaran perbuatan terlarang dan perbuatan makruh. Seorang hamba harus senantiasa menghadirkan perasaan tersebut, sehingga pahala dan siksa benar-benar terpampang di depan kedua matanya. Dengan begitu, ia terpicu untuk menunaikan kewajiban dan menjauhi larangan.

Masalahnya adalah bahwa konsistensi untuk selalu menghadirkan perasaan tersebut berat bagi jiwa, dan ini disebabkan oleh tiga faktor:
1. Bayangan kejadian akhirat yang mengerikan sangat berat bagi jiwa, bahkan menyakitkan hati, terutama bagi orang yang bergelimang dosa, banyak cela, dan mengkhawatirkan pertemuannya dengan Tuhan saat keburukannya diungkap.
2. Bayangan akhirat yang menakutkan membuat impian tentang indahnya dunia dan hasrat untuk memperturutkan syahwat padam.
3. Setan dan hawa nafsu selalu membisikkan bahwa tobat berarti mencegah diri untuk menikmati kesenangan dan kepuasan di dunia.

Oleh sebab itulah, setan dan hawa nafsu menyuruh manusia untuk membuang keinginan bertobat. Hawa nafsu menyuruh demikian agar ia bisa mereguk kesenangan dan kenikmatan duniawi. Adapun setan adalah musuh manusia, sehingga wajarlah kalau ia selalu membisikkan dosa dan permusuhan demi mendapatkan teman ketika disiksa dalam neraka.

Cara melawan bisikan dalam dada ini adalah membandingkan kenikmatan duniawi dengan kenikmatan ukhrawi. Dengan begitu, orang akan sadar bahwa kenikmatan duniawi yang terlewatkan sejatinya tidak seberapa jika dibandingkan dengan kenikmatan yang bisa diperoleh di akhirat, terutama nikmat menatap wajah Tuhan Yang Mahamulia.

Orang cerdas tentu takkan pernah mengutamakan sesuatu yang sedikit lagi fana di atas sesuatu yang mehmpah lagi abadi. Setelah terbiasa membandingkan kedua kenikmatan tersebut, hamba pasti lebih menghargai kenikmatan agung yang kekal daripada kepuasan sesaat yang rendah. Ketika melihat beratnya ibadah di dunia, bandingkanlah dengan beratnya azab akhirat yang disertai dengan murka Tuhan Sang Pencipta.

Dengan begitu, hamba pasti rela menjalani kesulitan sesaat agar terhindar dan penderitaan luar biasa yang abadi. Orang cerdas pasti memilih penderitaan sejenak daripada penderitaan selamanya. Ia akan mengintrospeksi diri dan berkata kepada jiwanya:

Bedebah kau jiwa! Engkau gelisah saat tersengat bayangan akhirat yang mengerikan, tetapi tidak resah dengan ancaman akhirat yang menghanguskan segenap jiwa dan ragamu?! Engkau keberatan untuk membuang bayangan kenikmatan duniawi yang semu dan hina, tetapi tidak keberatan untuk menyingkirkan bayangan kenikmatan akhirat yang hakiki?! Apakah kau ingin menukar sesuatu yang mulia dengan sesuatu yang nista?! “Dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual diri demi sihir andai saja mereka tahu.” Kalau engkau membiasakan diri memikirkan perkara akhirat, niscaya Allah mengganti hasrat bermaksiat dengan indahnya ibadah dan harapan akan pahala di akhirat.



Orang dapat konsisten menghadirkan bayangan mengerikan Hari Kiamat jika ia berusaha sekuat tenaga membayangkannya. Ini baru bisa dicapai jika hati kosong dan hanya memikirkan peristiwa itu berikut segala sesuatu yang berhubungan dengannya. Di samping itu, anggota tubuh juga tidak boleh sibuk dengan sesuatu yang menghapus pikiran tentang Hari Kiamat.



Rangkaian kejadian Hari Kiamat harus selalu diingat hingga kalbu gemetar dan takut, lalu menggerakkan Anda untuk menyiapkan diri guna menghadapi hari itu. Untuk membuat masakan dalam panci cepat matang, umpamanya, kayu bakar di bawahnya harus banyak. Hati pun cepat matang dan membuang nafsu syahwatnya bila telah dirasuki rasa takut akan siksa. Ketika Anda berusaha menakut-nakuti kalbu, setan pasti berusaha merusak usaha itu dengan menanamkan kepercayaan bahwa Anda telah sukses melakukan itu berkat tekad dan kecermatan Anda dalam menata kalbu. Kalau Anda menerima bisikan ini, usaha Anda pasti sia-sia. Kalau Anda mengacuhkannya, rasa takut kalbu benar-benar berguna.

Rasa takut yang bermanfaat ini akan berpadu dengan taufik dan membuat Anda terhindar dan dosa serta giat beribadah kepada Tuhan Sang Pencipta langit dan bumi.

Seandainya cahaya makrifat menyinari seseorang, segenap hasrat dan tekadnya terhimpun tanpa harus membiasakan diri memikirkan akhirat. Sayangnya, zaman sekarang, sulit menemukan orang seperti itu.

Hatiku dipenuhi segudang ambisi
Yang segera sirna setelah mata hatiku melihat-Mu
Aku meninggalkan dunia dan agama manusia demi menyibukkan diri dalam mengingat-Mu
Wahai agama dan duniaku, orang yang kudengki berubah iri kepadaku
aku menjadi tuan di dunia setelah menjadikan-Mu sebagai Tuhan.

Kebiasaan memikirkan akhirat dan memusatkan tekad yang meningkatkan ketakwaan dan ibadah kepada Allah Swt. bisa dicermati melalui dua ilustrasi berikut.

Baju kotor yang dipenuhi noda hanya bisa dibersihkan dengan dicuci berulang-ulang. Demikian juga kalbu yang dipenuhi kotoran syahwat dan noda perbuatan haram. Ia hanya bisa dibersihkan dengan senantiasa mengingat akhirat, sehingga ia bertobat dan meninggalkan perbuatan nista. Penyakit yang menahun hanya bisa disembuhkan dengan terapi dan pengobatan berkesinambungan. Demikian pula kalbu berpenyakit. Ia hanya bisa diobati dengan terus-menerus membayangkan siksa yang Allah Swt. janjikan kepada para pendosa.
Continue Reading

Sabtu, 19 Maret 2011

Misteri Letak Penjara Ya' Juj dan Ma' Juj

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfMkyFz16ZiwkWX7hUw5sBPRzDHK0Aa55wSzvN3FmylMDZCjKv2GKG4oIqGZy9MsL6qug5XU0lB5toY78UJ-sKsG7wflRm2W1ryq0k05Xz9e5sAW8VEn-vokaATMsGf2fB-IjfrV3E2cAj/s1600/ya%2527juj.jpg

“Mereka berkata; “Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya-juj dan Ma-juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka ?”

QS. Al-Anbiya: 96

“Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya-juj dan Ma-juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (Hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata); “Aduhai celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zhalim.”

Ya-juj dan Ma-juj dalam Hadits

Dari Zainab Binti Jahsh -isteri Nabi SAW, berkata;
“Nabi SAW bangun dari tidurnya dengan wajah memerah, kemudian bersabda; “Tiada Tuhan selain Allah, celakalah bagi Arab dari kejahatan yang telah dekat pada hari kiamat, (yaitu) Telah dibukanya penutup Ya-juj dan Ma-juj seperti ini !” beliau melingkarkan jari tangannya. (Dalam riwayat lain tangannya membentuk isyarat 70 atau 90), Aku bertanya; “Ya Rasulullah SAW, apakah kita akan dihancurkan walaupun ada orang-orang shalih ?” Beliau menjawab; “Ya, Jika banyak kejelekan.”
(HR. Ahmad, Al-Bukhari dan Muslim)

Jenis dan Asal Usul Ya-juj dan Ma-juj dalam QS. Al-Kahfi : 94

Ya-juj dan Ma-juj menurut ahli lughah ada yang menyebut isim musytaq (memiliki akar kata dari bhs. Arab) berasal dari AJAJA AN-NAR artinya jilatan api. Atau dari AL-AJJAH (bercampur/sangat panas), al-Ajju (cepat bermusuhan), Al-Ijajah (air yang memancar keras) dengan wazan MAF’UL dan YAF’UL / FA’UL. Menurut Abu Hatim, Ma-juj berasal dari MAJA yaitu kekacauan. Ma-juj berasal dari Mu-juj yaitu Malaja. Namun, menurut pendapat yang shahih, Ya-juj dan Ma-juj bukan isim musytaq tapi merupakan isim ‘Ajam dan Laqab (julukan). Para ulama sepakat, bahwa Ya-juj dan Ma-juj termasuk spesies manusia.

Mereka berbeda dalam menentukan siapa nenek moyangnya. Ada yang menyebutkan dari sulbi Adam AS dan Hawa atau dari Adam AS saja. Ada pula yang menyebut dari sulbi Nabi Nuh AS dari keturunan Syis/At-Turk menurut hadits Ibnu Katsir. Sebagaimana dijelaskan dalam tarikh, Nabi Nuh AS mempunyai tiga anak, Sam, Ham, Syis/At-Turk. Ada lagi yang menyebut keturunan dari Yafuts Bin Nuh. Menurut Al-Maraghi, Ya-juj dan Ma-juj berasal dari satu ayah yaitu Turk, Ya-juj adalah At-Tatar (Tartar) dan Ma-juj adalah Al-Maghul (Mongol), namun keterangan ini tidak kuat. Mereka tinggal di Asia bagian Timur dan menguasai dari Tibet, China sampai Turkistan Barat dan Tamujin.

Mereka dikenal sebagai Jengis Khan (berarti Raja Dunia) pada abad ke-7 H di Asia Tengah dan menaklukan Cina Timur. Ditaklukan oleh Quthbuddin Bin Armilan dari Raja Khuwarizmi yang diteruskan oleh anaknya Aqthay. “Batu” anak saudaranya menukar dengan negara Rusia tahun 723 H dan menghancurkan Babilon dan Hongaria. Kemudian digantikan Jaluk dan dijajah Romawi dengan menggantikan anak saudaranya Manju, diganti saudaranya Kilay yang menaklukan Cina. Saudaranya Hulako menundukan negara Islam dan menjatuhkan Bagdad pada masa daulah Abasia ketika dipimpin Khalifah Al-Mu’tashim Billah pertengahan abad ke-7 H / 656 H.

Ya-juj dan Ma-juj adalah kaum yang banyak keturunannya. Menurut mitos, mereka tidak mati sebelum melihat seribu anak lelakinya membawa senjata. Mereka taat pada peraturan masyarakat, adab dan pemimpinnya. Ada yang menyebut mereka berperawakan sangat tinggi sampai beberapa meter dan ada yang sangat pendek sampai beberapa centimeter. Konon, telinga mereka panjang, tapi ini tidak berdasar.

Pada QS. Al-Kahfi:94, Ya-juj dan Ma-juj adalah kaum yang kasar dan biadab. Jika mereka melewati perkampungan, membabad semua yang menghalangi dan merusak atau bila perlu membunuh penduduk. Karenya, ketika Dzulkarnain datang, mereka minta dibuatkan benteng agar mereka tidak dapat menembus dan mengusik ketenangan penduduk.

Siapakah Dzulkarnain ? Menurut versi Barat, Dzulkarnain adalah Iskandar Bin Philips Al-Maqduny Al-Yunany (orang Mecedonia, Yunani). Ia berkuasa selama 330 tahun. Membangun Iskandariah dan murid Aristoteles. Memerangi Persia dan menikahi puterinya. Mengadakan ekspansi ke India dan menaklukan Mesir. Menurut Asy-Syaukany, pendapat di atas sulit diterima, karena hal ini mengisyaratkan ia seorang kafir dan filosof.

Sedangkan al-Quran menyebutkan; “Kami (Allah) mengokohkannya di bumi dan Kami memberikan kepadanya sebab segala sesuatu.” Menurut sejarawan muslim Dzulkarnain adalah julukan Abu Karb Al-Himyari atau Abu Bakar Bin Ifraiqisy dari daulah Al-Jumairiyah (115 SM - 552 M.). Kerajaannya disebut At-Tababi’ah. Dijuluki Dzulkarnain (Pemilik dua tanduk), karena kekuasaannya yang sangat luas, mulai ujung tanduk matahari di Barat sampai Timur. Menurut Ibnu Abbas, ia adalah seorang raja yang shalih.

Ia seorang pengembara dan ketika sampai di antara dua gunung antara Armenia dan Azzarbaijan. Atas permintaan penduduk, Dzulkarnain membangun benteng. Para arkeolog menemukan benteng tersebut pada awal abad ke-15 M, di belakang Jeihun dalam ekspedisi Balkh dan disebut sebagai “Babul Hadid” (Pintu Besi) di dekat Tarmidz. Timurleng pernah melewatinya, juga Syah Rukh dan ilmuwan German Slade Verger. Arkeolog Spanyol Klapigeo pada tahun 1403 H. Pernah diutus oleh Raja Qisythalah di Andalus ke sana dan bertamu pada Timurleng. “Babul Hadid” adalah jalan penghubung antara Samarqindi dan India.

Benarkah Tembok Cina adalah Tembok Zulkarnain ?

Banyak orang menyangka itulah tembok yang dibuat oleh Zulkarnain dalam surat Al Kahfi. Dan yang disebut Ya’juj dan Ma’juj adalah bangsa Mongol dari Utara yang merusak dan menghancurkan negeri-negeri yang mereka taklukkan. Mari kita cermati kelanjutan surat Al Kahfi ayat 95-98 tentang itu.

Zulkarnain memenuhi permintaan penduduk setempat untuk membuatkan tembok pembatas. Dia meminta bijih besi dicurahkan ke lembah antara dua bukit. Lalu minta api dinyalakan sampai besi mencair. Maka jadilah tembok logam yang licin tidak bisa dipanjat.

Ada tiga hal yang berbeda antara Tembok Cina dan Tembok Zulkarnain. Pertama, tembok Cina terbuat dari batu-batu besar yang disusun, bukan dari besi. Kedua, tembok itu dibangun bertahap selama ratusan tahun oleh raja-raja Dinasti Han, Ming, dst. Sambung-menyambung. Ketiga, dalam Al Kahfi ayat 86, ketika bertemu dengan suatu kaum di Barat, Allah berfirman,

“Wahai Zulkarnain, terserah padamu apakah akan engkau siksa kaum itu atau engkau berikan kebaikan pada mereka.” Artinya, Zulkarnain mendapat wahyu langsung dari Tuhan, sedangkan raja-raja Cina itu tidak. Maka jelaslah bahwa tembok Cina bukan yang dimaksud dalam surat Al Kahfi. Jadi di manakan tembok Zulkarnain?

Beberapa Penelitian Tembok Ya’ Juj

Abdullah Yusuf Ali dalam tafsir The Holy Qur’an menulis bahwa di distrik Hissar, Uzbekistan, 240 km di sebelah tenggara Bukhara, ada celah sempit di antara gunung-gunung batu. Letaknya di jalur utama antara Turkestan ke India dengan ordinat 38oN dan 67oE. Tempat itu kini bernama buzghol-khana dalam bahasa Turki, tetapi dulu nama Arabnya adalah bab al hadid. Orang Persia menyebutnya dar-i-ahani. Orang Cina menamakannya tie-men-kuan. Semuanya bermakna pintu gerbang besi.

Hiouen Tsiang, seorang pengembara Cina pernah melewati pintu berlapis besi itu dalam perjalanannya ke India di abad ke-7. Tidak jauh dari sana ada danau yang dinamakan Iskandar Kul. Di tahun 842 Khalifah Bani Abbasiyah, al-Watsiq, mengutus sebuah tim ekspedisi ke gerbang besi tadi. Mereka masih mendapati gerbang di antara gunung selebar 137 m dengan kolom besar di kiri kanan terbuat dari balok-balok besi yang dicor dengan cairan tembaga, tempat bergantung daun pintu raksasa. Persis seperti bunyi surat Al Kahfi. Pada Perang Dunia II, konon Winston Churchill, pemimpin Inggris, mengenali gerbang besi itu.

Apa pun tentang keberadaan dinding penutup tersebut, ia memang terbukti ada sampai sekarang di Azerbaijan dan Armenia. Tepatnya ada di perunungan yang sangat tinggi dan sangat keras. Ia berdiri tegak seolah-olah diapit oleh dua buah tembok yang sangat tinggi. Tempat itu tercantum pada peta-peta Islam mahupun Rusia, terletak di republik Georgia.

Al-Syarif al-Idrisi menegaskan hal itu melalui riwayat penelitian yang dilakukan Sallam, staf peneliti pada masa Khalifah al-Watsiq Billah (Abbasiah). Konon, Al-Watsiq pernah bermimpi tembok penghalang yang dibangun Iskandar Dzul Qarnain untuk memenjarakan Ya’juj-Ma’juj terbuka.

Mimpi itu mendorong Khalifah untuk mengetahui perihal tembok itu saat itu, juga lokasi pastinya. Al-Watsiq menginstruksikan kepada Sallam untuk mencari tahu tentang tembok itu. Saat itu sallam ditemani 50 orang. Penelitian tersebut memakan biaya besar. Tersebut dalam Nuzhat al-Musytaq, buku geografi, karya al-Idrisi, Al-Watsiq mengeluarkan biaya 5000 dinar untuk penelitian ini.

Rombongan Sallam berangkat ke Armenia. Di situ ia menemui Ishaq bin Ismail, penguasa Armenia. Dari Armenia ia berangkat lagi ke arah utara ke daerah-daerah Rusia. Ia membawa surat dari Ishaq ke penguasa Sarir, lalu ke Raja Lan, lalu ke penguasa Faylan (nama-nama daerah ini tidak dikenal sekarang). Penguasa Faylan mengutus lima penunjuk jalan untuk membantu Sallam sampai ke pegunungan Ya’juj-Ma’juj.

27 Hari Sallam mengarungi puing-puing daerah Basjarat. Ia kemudian tiba di sebuah daerah luas bertanah hitam berbau tidak enak. Selama 10 hari, Sallam melewati daerah yang menyesakkan itu. Ia kemudian tiba di wilayah berantakan, tak berpenghuni. Penunjuk jalan mengatakan kepada Sallam bahwa daerah itu adalah daerah yang dihancurkan oleh Ya’juj-Ma’juj tempo dulu. Selama 6 hari, berjalan menuju daerah benteng. Daerah itu berpenghuni dan berada di balik gunung tempat Ya’juj-Ma’juj berada.

Sallam kemudian pergi menuju pegunungan Ya’juj-Ma’juj. Di situ ia melihat pegunungan yang terpisah lembah. Luas lembah sekitar 150 meter. Lembah ini ditutup tembok berpintu besi sekitar 50 meter. Dalam Nuzhat al-Musytaq, gambaran Sallam tentang tembok dan pintu besi itu disebutkan dengan sangat detail (Anda yang ingin tahu bentuk detailnya, silakan baca: Muzhat al-Musytaq fi Ikhtiraq al-Afaq, karya al-Syarif al-Idrisi, hal. 934 -938).

Al-Idrisi juga menceritakan bahwa menurut cerita Sallam penduduk di sekitar pegunungan biasanya memukul kunci pintu besi 3 kali dalam sehari. Setelah itu mereka menempelkan telinganya ke pintu untuk mendengarkan reaksi dari dalam pintu. Ternyata, mereka mendengar gema teriakan dari dalam. Hal itu menunjukkan bahwa di dalam pintu betul-betul ada makhluk jenis manusia yang konon Ya’juj-Ma’juj itu.

Ya’juj-Ma’juj sendiri, menurut penuturan al-Syarif al-Idrisi dalam Nuzhat al-Musytaq, adalah dua suku keturunan Sam bin Nuh. Mereka sering mengganggu, menyerbu, membunuh, suku-suku lain. Mereka pembuat onar, dan sering menghancurkan suatu daerah. Masyarakat mengadukan kelakuan suku Ya’juj dan Ma’juj kepada Iskandar Dzul Qarnain, Raja Macedonia. Iskandar kemudian menggiring (mengusir) mereka ke sebuah pegunungan, lalu menutupnya dengan tembok dan pintu besi.

Menjelang Kiamat nanti, pintu itu akan jebol. Mereka keluar dan membuat onar dunia, sampai turunnya Nabi Isa al-Masih.

Dalam Nuzhat al-Musytaq, al-Syarif al-Idrisi juga menuturkan bahwa Sallam pernah bertanya kepada penduduk sekitar pegunungan, apakah ada yang pernah melihat Ya’juj-Ma’juj. Mereka mengaku pernah melihat gerombolan orang di atas tembok penutup. Lalu angin badai bertiup melemparkan mereka. Penduduk di situ melihat tubuh mereka sangat kecil. Setelah itu, Sallam pulang melalui Taraz (Kazakhtan), kemudian Samarkand (Uzbekistan), lalu kota Ray (Iran), dan kembali ke istana al-Watsiq di Surra Man Ra’a, Iraq.

Ia kemudian menceritakan dengan detail hasil penelitiannya kepada Khalifah. Kalau menurut penuturan Ibnu Bathuthah dalam kitab Rahlat Ibn Bathuthah pegunungan Ya’juj-Ma’juj berada sekitar perjalanan 6 hari dari Cina. Penuturan ini tidak bertentangan dengan al-Syarif al-Idrisi. Soalnya di sebelah Barat Laut Cina adalah daerah-daerah Rusia
Continue Reading

10 Rahasia Sukses Orang jepang

http://2.bp.blogspot.com/_KgIqQvYUs3I/SdIhm5hWFdI/AAAAAAAAL-Y/SaXiZhCiszA/s400/japanese-flag-640.jpg


1. Kerja Keras
Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun).

Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama.

Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.



2. Malu
Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran.

Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya.

Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas.

Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.



3. Hidup Hemat
Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan.

Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, mungkin kita sedikit heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30.

Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.



4. Loyalitas
Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan.

Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.



5. Inovasi
Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat.

Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics.

Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu.

Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk.

Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.



6. Pantang Menyerah
Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi.

Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah.

Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia . Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita.

Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambah dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo, ternyata Jepang tidak habis.

Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen) .

Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era berikutnya.

Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya.

Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan).



7. Budaya Baca
Jangan kaget kalau Anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran.

Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA.

Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb).

Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.



8. Kerjasama Kelompok
Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut.

Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok.

Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, namun 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok”.

Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.



9. Mandiri
Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Bahkan seorang anak TK sudah harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya.

Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua.

Biasanya mereka mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang nantinya akan mereka kembalikan di bulan berikutnya.



10. Jaga Tradisi & Menghormati Orang Tua
Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini.

Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari Anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki, maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.

Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang.

Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya.

Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.
Continue Reading

Cara Mengatasi Phobia di Dalam Ruang Gelap

Ternyata bukan hanya anak kecil yang takut gelap. Banyak orang dewasa yang mengalaminya. Bahkan riset yang diadakan oleh Warwick Castle, puri abad pertengahan di Warwickshire, Inggris, menunjukkan bahwa 10 persen dari orang dewasa di Inggris (jumlahnya diperkirakan 5 juta orang) tak mau ditinggalkan sendiri dalam kegelapan.



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWmjzMHDL8OK9LI79XjptlTlWElCzhPhvX-0x6eADiyy0a1FHrYDXOdtgBWkaJ2ShcOf57_-l-WlR5WAPjVXRb6S0839h1I5afpAkr7w9ArTSihegRX8idetqv-64INpBknamy9SY-xRlw/s1600/1146264p.jpg



Angka ini sungguh di luar dugaan Warwick, apalagi 25 persen dari responden mengaku takut gelap sejak masih anak-anak. Setelah dewasa, mereka tetap tak mampu tidur lelap kecuali ditemani lampu meja sepanjang malam.



Bahkan, 60 persen responden mengaku tidak mematikan lampu ketika keluar dari rumah karena takut ketika pulang nanti rumahnya terlihat gelap dan sunyi.



Rasa takut gelap ini oleh para psikolog sering disebut Nyctophobia. Kadang-kadang penyakit ini menguasai seseorang, dan membuatnya merasa lemas dan ketakutan.




Bagi sebagian orang, rasa takut ini membuatnya merasa lumpuh, sehingga tak dapat menikmati aktivitas yang mengharuskannya sendirian, berjalan malam hari, kemping, atau eksplorasi alam. Dan, ini tak cuma dialami kaum perempuan, lho.



"Ketika Anda berada di dalam kegelapan, pikiran Anda bisa memanipulasi Anda," begitu kata juru bicara dari Warwick Castle. Tidak heran, dari penelitiannya terlihat juga bahwa 20 persen orang dewasa mengalami panik luar biasa ketika lampu tiba-tiba mati tanpa pemberitahuan.



Tentu, tak mungkin kita menghindari kegelapan, karena kita akan menemuinya setiap hari. Maka, sebaiknya setiap orang berusaha mengatasi rasa takutnya ini. Adakah cara yang memungkinkan kita melenyapkan penyakit ini secara berangsur-angsur?





1. Dahulukan logika.



Kebanyakan rasa takut itu tidak logis, dan secara alamiah emosional. Menerapkan logika dalam masalah emosional tampaknya berlawanan, tapi sebenarnya tidak.




Misalnya Anda sedang berbaring di tempat tidur, ingin ke kamar mandi tapi takut keluar karena ada bayangan gelap di sudut ruangan. Segera nyalakan lampu ruang tidur, dan amati apa sebenarnya bayangan itu.



Begitu Anda mulai merasakan bahwa rasa takut menguasai Anda, mulailah berpikir rasional dengan mengatasi takut itu dengan fakta-fakta. Lihat apa yang mengganggu Anda. Mungkin itu hanya bayangan pakaian yang digantung di belakang pintu.





2. Melatih penglihatan pada malam hari.



Ketika kita baru masuk dari ruangan yang terang ke ruangan yang gelap, kita pasti tidak dapat melihat apa-apa. Tetapi perlahan, mata kita akan mulai dapat menangkap obyek-obyek di dalam ruangan.



Cobalah menyebutkan benda-benda yang Anda lihat. Dengan mampu menggambarkan apa yang Anda lihat, indera penglihatan malam hari ini akan meningkat, dan rasa takut akan berkurang.






3. Bacalah artikel yang inspiratif.



Film horor konon sering ditonton oleh orang-orang yang penakut. Sebab, dengan demikian ia bisa membayangkan apa yang akan terjadi bila ia mengalami seluruh teror itu.



Tetapi daripada nonton atau membaca novel horor sebelum tidur, lebih baik pilih bacaan yang inspiratif. Entah itu buku-buku agama, spiritual, movitasi, apapun yang akan menghangatkan hati Anda. Bacaan itu akan membuat Anda rileks dan mengantuk.





4. Meditasi, visualisasi, dan berdoa.



Meditasi sebelum tidur dirasakan banyak orang dapat membuat tubuh dan pikiran jadi rileks, serta membantu melepaskan ketegangan dan mengatasi takut.



Berdoa juga membantu kita merasa dilindungi dari lingkungan sekitar, sedangkan visualisasi bisa menjadi cara yang baik untuk menyiapkan pikiran selama pagi hari untuk menerima malam hari.




Saat Anda duduk atau berbaring di tempat tidur, bayangkan Anda berada di suatu tempat yang Anda inginkan. Lihatlah bagaimana Anda berjalan dan menikmati tempat tersebut.



Pandanglah langit yang cerah, dan rasakan hangatnya sinar matahari. Kemudian, bayangkan juga indahnya langit yang dihiasi bintang dan bulan pada malam hari.





5. Ajak teman jalan-jalan malam hari.



Salah satu cara untuk mengatasi rasa takut adalah menghadapinya. Berjalan di kegelapan ditemani beberapa orang membuat Anda akan melangkah dengan percaya diri dan berani.



Tak perlu banyak berbicara, nikmati saja suara-suara alam di sekitar seperti suara jangkrik atau hembusan angin yang menerpa pepohonan. Akan sempurna jika bulan sedang purnama, karena Anda akan menikmati indahnya malam hari.






Kebanyakan orang jadi takut gelap karena pernah mengalami kejadian buruk. Jika hal ini terjadi pada Anda, cobalah berdamai dengan kejadian tersebut. Lalu, terapkan lima langkah di atas.



Anda akan merasa lebih rasional dan tidak lemas lagi. Ingatlah, pemberani bukanlah orang yang tidak punya rasa takut sama sekali, melainkan orang yang sanggup mengatasi rasa takutnya.



Continue Reading

Memaafkan Itu Indah


Memaafkan itu indah

Memaafkan itu sedekah

Memaafkan itu mengundang Maghfirah-Nya

Memaafkan itu mengundang Rahmah-Nya



Memaafkan itu nikmat

Memaafkan itu lezat

Memaafkan itu melapangkan perasaan

Memaafkan itu melapangkan kesusahan



Memaafkan itu membuka pintu-pintu cinta

Memaafkan itu membuka pintu-pintu dunia

Memaafkan itu membuka pintu-pintu bahagia

Memaafkan itu membuka pintu-pintu surga



Memaafkan itu melepaskan masalah

Memaafkan itu melepaskan rasa susah

Memaafkan itu melepaskan rasa serba salah

Memaafkan itu melepaskan berbagai rasa resah



Memaafkan itu melancarkan pernapasan

Memaafkan itu melancarkan hubungan

Memaafkan itu menambah ketampanan

Memaafkan itu menambah kejelitaan



Memaafkan itu mengikhlaskan

Memaafkan itu menyehatkan

Memaafkan itu mendewasakan

Memaafkan itu mencerdaskan



Memaafkan itu membersihkan diri

Memaafkan itu mengundang rejeki

Memaafkan itu menenangkan hati

Memaafkan itu mengundang ridho Ilahi



Dengan demikian,

jangan lagi kita mengatakan :

"Huh,enak banget dong kalau dia gue maapin, enek di die gak enak di gue..."

Lho?

Astaghfirullaahal'azhiim...



Wallahu a'lam
Continue Reading

Sekarang Aku Memilih

Aku pernah memikirkan,

bahwa setiap manusia pasti ingin punya KEKASIH & TEMAN SEJATI...

Kekasih yang akan terus bersamanya, sehidup semati, dalam suka maupun duka.

Kebersamaan yang tak terpisahkan.

Namun sekarang aku memilih AMAL SHALEH sebagai kekasihku.

Karena ternyata hanya amal shaleh yang terus mau menemaniku,

sekalipun aku masuk ke dalam kuburku….



Aku pernah sangat KAGUM pada manusia cerdas, manusia yang kaya sekali,

manusia yang berhasil dalam karir hidup dan hebat dunianya.

Sekarang aku memilih mengganti kriteria kekagumanku,

aku kagum dengan manusia yang hebat di mata Allah.

Manusia yang sanggup taat dan bertaqwa kepada Allah,

sekalipun kadang penampilannya begitu bersahaja……



Dulu aku memilih MARAH karena merasa harga diriku dijatuhkan,

ketika orang lain berlaku zhalim kepadaku atau menggunjingku,

menyakitiku dengan kalimat-kalimat sindiran.

Sekarang aku memilih BERSYUKUR dan berterima kasih,

karena ku yakin ada transfer pahala dari mereka..

ketika aku mampu memaafkan dan bersabar….



Aku dulu memilih, MENGEJAR dunia dan menumpuknya sebisaku..

ternyata aku sadari kebutuhanku hanya makan dan minum untuk hari ini

dan bagaimana cara membuangnya dari perutku.

Sekarang aku memilih BERSYUKUR dg apa yg ada…

dan memilih bagaimana aku bisa mengisi waktuku hari ini, dengan penuh makna…

dan bermanfaat untuk sesama.



Aku dulu berfikir bahwa aku bisa MEMBAHAGIAKAN orangtuaku,

saudara dan teman-temanku nanti kalau aku berhasil dengan duniaku…

ternyata yang membuat kebanyakan mereka bahagia bukan itu..

melainkan karena sikap, tingkah dan sapaku….

Aku memilih membuat mereka bahagia sekarang dengan apa yang ada padaku...



Dulu aku memilih untuk membuat RENCANA-RENCANA dahsyat untuk duniaku,

ternyata aku menjumpai teman dan saudara-saudaraku begitu cepat menghadap kepada-Nya.

Tak ada yang bisa menjamin aku besok bertemu matahari.

Tak ada yang bisa memberikan garansi aku masih bisa menghirup nafas keesokan hari.

Sekarang aku memilih memasukan dalam rencana-rencana besarku,

yang paling utama adalah agar aku selalu SIAP menghadap kepada-Nya…



Ya Allah berilah selalu petunjuk ketika aku MEMILIH…

Ya Allah berkahillah dan luruskanlah selalu langkah-langkahku…..
Continue Reading
 

Mengenai Saya

Foto saya
Saya adalah seorang pelajar yang sedang belajar tentang hal-hal yang berhubungan tentang agama dan dunia maya

Terjemahkan Ke bahasa Lain

Para Sahabat

D-Islamic Empires Copyright © 2009 Community is Designed by Bie Blogger Template